Anda punya acara? Segera Hubungi Joe di 0778 7029738, Hp. 0815 366 366 25 untuk rental Sound System di Batam.
Berpengalaman melayani berbagai acara yang diadakan di Batam, Tanjung Pinang dan Lagoi. Kami menyediakan berbagai jenis Sound System untuk berbagai acara dan perayaan yang anda selenggarakan. Dari acara keluar, meeting, Dinner and Dance dan acara-acara korporasi anda.
Beberapa acara yang telah kami tangani :
1. Grand Opening Smect Centre, 8 Agustus 2009
2. Konser Sonatina Music Studio, 27 - 28 Mei 2010
3. Opera Batak si JOnaha, Batam 4 Desember 2010
4. Customer Appreciation Event PT. Angkasa Pura II, Lagoi 17 Februari 2011
CP:
the GRAND Entertainment
Joe Purba
Telp. 0778 7029738
Hp. 0815 366 366 25
Monday, February 21, 2011
Saturday, July 12, 2008
Pendidikan Musik dapat Meningkatkan IQ

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi, peringkat IQ pemusik dapat mencapai 120 sampai dengan 140, hal itu berarti seseorang dengan latar belakang musik dapat mencapai tingkat kepintaran JENIUS. Dengan bermain dan berlatih dengan musik seseorang akan mengalami tingkat analisa yang tinggi dan tingkat ingatan yang tinggi juga.
Ada baiknya jika anda segera memikirkan dukungan pelajaran ekstra musik untuk mendukung dan melatih tingkatan IQ anak anda dengan memilih pendidikan musik yang berkualitas. Ada baiknya jika anda memperhatikan kualitas pendidikan musik yang akan anda pilih.
Hal yang sangat penting dalam memilih pendidikan musik untuk anak anda adalah dengan memperhatikan latar belakang dan pengalaman instruktur atau guru yang akan mengajarkan musik kepada anak anda. Banyak pemusik yang mengajarkan musik hanya untuk membuat anak anda kelihatan pintar. Sehingga anak hanya dapat menguasai materi yang diberikan oleh instrukturnya saja.
Pendidikan musik yang baik dan berkualitas adalah pendidikan yang membangun pelajar musik untuk dapat lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Sonatina Music Studio sebuah kursus musik di Batam, menawarkan pendidikan musik yang berkualitas dengan menghadirkan instruktur yang mempunyai latar belakang pendidikan musik yang memperhatikan peningkatan kualitas IQ.
Selain itu Sonatina Music Studio sebagai salah satu sekolah musik di Batam ini, juga menerapkan kurikulum dan sistem pengajaran dan penilaian yang mengacu kepada Associated Board of The Royal School of Music (ABRSM) London yang akan menghasilkan pemusik yang bersertifikat Internasional.
Oleh Karena itu lengkapi pendidikan anak anda dengan pendidikan musik di
Sonatina Music Studio
KOMPLEK RUKO GRAND CALIFORNIA BLOK F No.5
Telephone : (0778) 472 732 Batam
Ada baiknya jika anda segera memikirkan dukungan pelajaran ekstra musik untuk mendukung dan melatih tingkatan IQ anak anda dengan memilih pendidikan musik yang berkualitas. Ada baiknya jika anda memperhatikan kualitas pendidikan musik yang akan anda pilih.
Hal yang sangat penting dalam memilih pendidikan musik untuk anak anda adalah dengan memperhatikan latar belakang dan pengalaman instruktur atau guru yang akan mengajarkan musik kepada anak anda. Banyak pemusik yang mengajarkan musik hanya untuk membuat anak anda kelihatan pintar. Sehingga anak hanya dapat menguasai materi yang diberikan oleh instrukturnya saja.
Pendidikan musik yang baik dan berkualitas adalah pendidikan yang membangun pelajar musik untuk dapat lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Sonatina Music Studio sebuah kursus musik di Batam, menawarkan pendidikan musik yang berkualitas dengan menghadirkan instruktur yang mempunyai latar belakang pendidikan musik yang memperhatikan peningkatan kualitas IQ.
Selain itu Sonatina Music Studio sebagai salah satu sekolah musik di Batam ini, juga menerapkan kurikulum dan sistem pengajaran dan penilaian yang mengacu kepada Associated Board of The Royal School of Music (ABRSM) London yang akan menghasilkan pemusik yang bersertifikat Internasional.
Oleh Karena itu lengkapi pendidikan anak anda dengan pendidikan musik di
Sonatina Music Studio
KOMPLEK RUKO GRAND CALIFORNIA BLOK F No.5
Telephone : (0778) 472 732 Batam
Tuesday, July 8, 2008
Why music lessons are good for the memory
Learning to play an instrument may affect the way in which a young brain develops
By Mark Henderson
MUSIC lessons may improve memory and learning ability in young children by promoting different patterns of brain development, a study shows.
After a year of musical training, children aged between 4 and 6 performed better at a standard memory test than did children who were not taught music.
Because good scores on the test — which involved listening to a series of numbers and remembering them — were associated with general intelligence skills such as literacy and mathematical ability, the findings suggest that music could be useful for building the learning capacity of young minds.
Previous studies have shown that older children given music lessons become better at IQ tests than those who are musically untrained, but this is the first to show such a benefit in children so young.
Professor Laurel Trainor, of McMaster University in Hamilton, Ontario, also found clear differences in the ways in which children’s brains responded to sound after a year of musical training.
“This is the first study to show that brain responses in young, musically trained and untrained children change differently over the course of a year,” she said. “These changes are likely to be related to the cognitive benefit that is seen with musical training.”
Professor Trainor’s team looked at 12 children, 6 of whom had just started extra-curricular music lessons and 6 of whom were not being taught any music beyond that included as a standard part of their school curriculum.
The music lessons were taught at a Suzuki school, using a Japanese approach that encourages very young children to listen to and imitate music before they learn to read it.
During the year all 12 children had their brains examined four times using magnetoencephalography (MEG), which measures magnetic fields outside the head. These fields are associated with the electrical currents generated by nerve activity, and each child was played two types of sound — white noise and a violin tone.
The MEG measurements showed that all children responded more to violin sounds than to white noise, reflecting a preference for meaningful tones, and their response times fell over the course of the year as their brains matured.
Among the children receiving the music lessons, however, responses to the violin tones changed more over the year.
During the first and last scanning session, the children were also given a music test that examined their ability to discriminate between melodies and harmonies, and took the general memory test. The musically trained children improved more on both measures.
“That the children studying music for a year improved in musical listening skills more than children not studying music is perhaps not very surprising,” Professor Trainor said. “On the other hand, it is very interesting that the children taking music lessons improved more over the year on general memory skills that are correlated with non- musical abilities such as literacy, verbal memory, visiospatial processing, mathematics and IQ.
“The finding of very rapid maturation [of responses to] to violin sounds in children taking music lessons fits with their large improvement on the memory test.
“It suggests that musical training is having an effect on how the brain gets wired for general cognitive functioning related to memory and attention.”
Takako Fujioka, of the Rotman Research Institute, who was also involved in the study, said: “Previous work has shown assignment to musical training is associated with improvements in IQ in school-aged children.
“Our work explores how musical training affects the way in which the brain develops. It is clear that music is good for children’s cognitive development and that music should be part of the pre-school and primary school curriculum.
From :
http://www.timesonline.co.uk/tol/news/uk/article644806.ece
http://www.sciencedaily.com/releases/2006/09/060920093024.htm
Wednesday, June 25, 2008
Suka Biola dan Matematika

AMANDA (15), siswi SMP Yos Sudarso, Batam, peraih ranking pertama ujian nasional (UN) terbaik se-Kepulauan Riau, ternyata tak hanya pintar di bidang mata pelajaran sekolah. Ia juga piawai memainkan dawai biola.
Ia belajar main biola dari seorang guru bernama Yohanes Purba, pengajar di Sonatina (sebuah tempat belajar musik). Tak heran, Amanda kerap manggung di mall dan hotel.
Ia belajar main biola dari seorang guru bernama Yohanes Purba, pengajar di Sonatina (sebuah tempat belajar musik). Tak heran, Amanda kerap manggung di mall dan hotel.
Ketika Tribun bertandang ke rumahnya, kompleks Seruni Blok G/1, Batam, Minggu (22/6), ia sempat memainkan sebuah lagu menggunakan biola kesayangannya
“Amanda les biola untuk mengimbangi kegiatan akademiknya, biar nggak stres belajar terus,” ujar Djuwita, ibu Amanda. Semula Djuwita menyarankan Amanda agar memilih piano, namun sang anak lebih menyenangi biola. Ia menyukai alat musik itu seperti halnya pelajaran matematika yang di-UN mendapat angka sempurna alias 10.
Amanda mengidolakan Vanessa Mae, perempuan pemain biola kelas dunia asal Singapura. Bila diterima sekolah di Singapura, Amanda akan mengambil ekstrakulikuler musik yaitu biola. Amanda kesulitan menjawab ketika ditanya memilih biola atau matematika, “Dua duanya suka,” ujarnya sambil tertawa.
Berbagai prestasi telah diraih Amanda sehingga di ruang keluarga terpajang sejumlah piala dan medali. Ada satu medali yang begitu dibanggakan Amanda. “Yang punya ini di Batam cuma aku sendiri,” ujarnya sambil tersenyum bangga.
Medali dimaksud yaitu mendali perunggu olimpiade sains nasional untuk bidang IPA. Ketika itu Amanda kelas 5 SD, bersama empat pelajar lainnya mewakili Provinsi Riau dalam ajang olimpiade sains nasional di Pekanbaru.
“Waktu itu tahun 2004, aku dikasih penghargaan oleh Gubernur Riau dan uang saku Rp 5 juta,” ujar Amanda malu-malu. Menurut Djuwita, ibu kandung Amanda, sejak SMP anaknya tidak lagi minta uang jajan dari orangtuanya. Beasiswa dan uang hadiah dari berbagai perlombaan ditabung untuk jajan.
Piala yang dipajang hanya sebagian kecil, karena banyak di simpan di sekolah. Sebagai gantinya, Amanda mendapat berbagai sertifikat.
Selain berprestasi di sekolah, Amanda juga sering menulis artikel dalam bahasa Mandarin di sebuah koran nasional berbahasa Mandarin. “Aku kan ikut les Mandarin, sering disuruh nulis. Kalau guru suka, langsung dikirim,” ujar remaja kelahiran Pontianak ini.
Dari setiap tulisannya yang dimuat, Amanda mendapat honor Rp 20 ribu.Tulisannya yang dimuat ia tempelkan di almari kamarnya. Amanda fasih menjelaskan judul-judul dan tema tulisannya dan sesekali membaca dalam bahasa Mandarin.
Amanda mengaku, ia tidak punya waktu khusus untuk belajar, “Kalau anak-anak lain ikut metode belajar seperti saya, bisa hancur nilainya,” ujar Amanda sambil tertawa. Bagaimana tidak, ketika belajar di tempat tidur, Amanda lebih sering tertidur.
Djuwita mengungkapkan anak sulungnya itu paling malas bangun pagi, hingga kadang-kadang telat masuk sekolah. “Setiap pagi diomelin terus, baru bangun, sampai nggak sempat sarapan,” katanya.
Menurut sang ayah, Hekmanto, Amanda selalu ingin unggul dari orang lain. Ia tidak mau dikalahkan, selalu ingin jadi yang terbaik, “Pernah dia ikut speech kontes (pidato bahasa Inggris) tapi nggak menang, tahun berikutnya ia bertekad ikut lagi dan menjadi pemenang,” ujar Hekmanto.
Dalam kesempatan itu Amanda mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah mendidiknya selama ini. Selain itu teman-teman yang selalu memberi semangat.(opi)
http://tribunbatam.co.id/people/suka_biola_dan_matematika
http://tribunbatam.co.id/berita_utama/nilai_amanda_luar_biasa
Friday, June 13, 2008
Mengembangkan Kepribadian Siswa dengan Musik
Beberapa hal yang saya dapat dalam pengalaman mengajar musik ( Biola ) hingga sekarang menjalankan Sonatina Music Studio. Hanya sekedar sharing pentingnya pendidikan musik bagi anak-anak.
Pendidikan musik menyumbangkan banyak hal dalam perkembangan pribadi seseorang, apalagi jika pendidikan musik itu mulai dikenalkan pada anak sejak usia dini. Mereka yang mengikuti pendidikan musik terutama sejak dini akan memiliki kepribadian yang berkualitas.
Beberapa hal dalam musik yang dapat mempengaruhi manusia:
1. Pencapaian memerlukan proses
Dalam pendidikan musik untuk mencapai segala sesuatu dibutuhkan waktu serta proses, tidak bisa langsung jadi. Dan karena proses dan waktu yang harus dilalui itu tidak selamanya menyenangkan; bahkan kebanyakan menghasilkan rasa bosan dan malas, ia akan terbiasa dan belajar untuk menghadapi banyaknya tantangan serta rintangan dalam mencapai tujuannya.
Efek bagi siswa :
Orang yang terbiasa menghadapi banyak tantangan serta rintangan tidak akan mudah mengeluh dan berputus asa dalam menghadapi tantangan serta rintangan itu. . Sebaliknya, ia akan terus berusaha mengatasi tantangan itu tanpa merugikan orang lain dengan caranya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Secara tidak langsung pendidikan musik membentuk seseorang menjadi pribadi yang mandiri dan tidak mudah goyah dalam prinsip.
2. Peraturan-peraturan dalam bermusik
Dalam pendidikan musik terdapat sejumlah besar peraturan yang menjadi konsensus (persetujuan) bersama. Terlebih pendidikan musik barat yang bersifat diatonis dan sangat sistematis.
Efek bagi siswa :
Seseorang yang belajar musik sudah tentu dan mau tidak mau, akan berhadapan dengan aturan-aturan itu. Ia akan terbiasa dan dididik untuk mematuhi aturan-aturan itu. Sikap ini akan meresap dalam pribadinya sehingga ia akan memiliki prinsip untuk selalu mematuhi serta menghormati peraturan-peraturan dan norma-norma yang ada dan berlaku dalam masyarakat tempat ia hidup. Ia pun akan menjadi pribadi yang memiliki disiplin yang tinggi.
3. Ketelitian
Pendidikan musik pun akan melatih ketelitian seseorang dalam membaca suatu partitur lagu serta ketepatannya dalam membidik nada suatu nyanyian misalnya.
Efek bagi siswa :
Hasilnya, dalam kehidupannya sehari-hari pun ia akan terbiasa untuk teliti dan tepat. Misalnya teliti dalam mengerjakan tugas, tepat waktu dalam menepati janji, dan sebagainya.
4. Kerjasama
Bagi mereka yang mengikuti pendidikan musik dalam kelompok orkestra, hasil pendidikan musik bagi pribadi seseorang akan tampak lebih nyata lagi. Mereka yang tergabung dalam orkestra akan dilatih untuk bekerja sama.
Efek bagi siswa :
Sikap ini pun akan meresap dalam pribadinya sehingga ia menjadi pribadi yang dapat diajak bekerja sama dengan orang lain dan tidak menjadi orang yang terlalu individualis. Lebih dari itu ia akan menjadi orang yang dengan senang hati membantu orang lain.
5. Kelembutan dan Harmonisasi
Lewat musik-musik yang lembut dan harmonis, seseorang akan berkembang menjadi pribadi yang lembut dan harmonis pula. Karenanya seseorang yang mempelajari musik akan mencapai integritas antara pikiran (rasio) dan perasaan (emosi).
Efek bagi siswa :
Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak hanya mendasarkan setiap perbuatan yang ia lakukan dengan rasio saja atau bahkan dengan emosi saja. Lebih dari itu, ia akan melakukan perbuatannya berdasarkan pertimbangan rasio dan emosi yang seimbang antara keduanya. Sehingga setiap yang perbuatan yang ia lakukan benar-benar berdasarkan suatu kebijaksanaan.
6. Tempat Pelampiasan Emosi
Musik juga dapat menjadi tempat pelampiasan emosi yang positif. Jadi bagi mereka yang mengikuti pendidikan musik, dapat melampiaskan emosi mereka secara positif, baik dengan memainkan alat musik maupun menciptakan suatu lagu.
Efek bagi siswa :
Terutama bagi mereka yang remaja, dimana emosinya masih labil, pelampiasan emosi secara positif sangatlah diperlukan. Jika remaja tidak memiliki tempat pelampiasan emosi secara positif maka mereka justru akan lari pada jalan yang buruk, misalnya dengan narkotika, mabuk-mabukan, dan banyak lagi.
Yang berhubungan :
http://krisnaster.blogspot.com/2001/02/musik-meningkatkan-kualitas-sumber.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
