TDW

Wednesday, June 25, 2008

Suka Biola dan Matematika



AMANDA (15), siswi SMP Yos Sudarso, Batam, peraih ranking pertama ujian nasional (UN) terbaik se-Kepulauan Riau, ternyata tak hanya pintar di bidang mata pelajaran sekolah. Ia juga piawai memainkan dawai biola.

Ia belajar main biola dari seorang guru bernama Yohanes Purba, pengajar di Sonatina (sebuah tempat belajar musik). Tak heran, Amanda kerap manggung di mall dan hotel.


Ketika Tribun bertandang ke rumahnya, kompleks Seruni Blok G/1, Batam, Minggu (22/6), ia sempat memainkan sebuah lagu menggunakan biola kesayangannya

“Amanda les biola untuk mengimbangi kegiatan akademiknya, biar nggak stres belajar terus,” ujar Djuwita, ibu Amanda. Semula Djuwita menyarankan Amanda agar memilih piano, namun sang anak lebih menyenangi biola. Ia menyukai alat musik itu seperti halnya pelajaran matematika yang di-UN mendapat angka sempurna alias 10.

Amanda mengidolakan Vanessa Mae, perempuan pemain biola kelas dunia asal Singapura. Bila diterima sekolah di Singapura, Amanda akan mengambil ekstrakulikuler musik yaitu biola. Amanda kesulitan menjawab ketika ditanya memilih biola atau matematika, “Dua duanya suka,” ujarnya sambil tertawa.

Berbagai prestasi telah diraih Amanda sehingga di ruang keluarga terpajang sejumlah piala dan medali. Ada satu medali yang begitu dibanggakan Amanda. “Yang punya ini di Batam cuma aku sendiri,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Medali dimaksud yaitu mendali perunggu olimpiade sains nasional untuk bidang IPA. Ketika itu Amanda kelas 5 SD, bersama empat pelajar lainnya mewakili Provinsi Riau dalam ajang olimpiade sains nasional di Pekanbaru.

“Waktu itu tahun 2004, aku dikasih penghargaan oleh Gubernur Riau dan uang saku Rp 5 juta,” ujar Amanda malu-malu. Menurut Djuwita, ibu kandung Amanda, sejak SMP anaknya tidak lagi minta uang jajan dari orangtuanya. Beasiswa dan uang hadiah dari berbagai perlombaan ditabung untuk jajan.

Piala yang dipajang hanya sebagian kecil, karena banyak di simpan di sekolah. Sebagai gantinya, Amanda mendapat berbagai sertifikat.

Selain berprestasi di sekolah, Amanda juga sering menulis artikel dalam bahasa Mandarin di sebuah koran nasional berbahasa Mandarin. “Aku kan ikut les Mandarin, sering disuruh nulis. Kalau guru suka, langsung dikirim,” ujar remaja kelahiran Pontianak ini.

Dari setiap tulisannya yang dimuat, Amanda mendapat honor Rp 20 ribu.Tulisannya yang dimuat ia tempelkan di almari kamarnya. Amanda fasih menjelaskan judul-judul dan tema tulisannya dan sesekali membaca dalam bahasa Mandarin.

Amanda mengaku, ia tidak punya waktu khusus untuk belajar, “Kalau anak-anak lain ikut metode belajar seperti saya, bisa hancur nilainya,” ujar Amanda sambil tertawa. Bagaimana tidak, ketika belajar di tempat tidur, Amanda lebih sering tertidur.

Djuwita mengungkapkan anak sulungnya itu paling malas bangun pagi, hingga kadang-kadang telat masuk sekolah. “Setiap pagi diomelin terus, baru bangun, sampai nggak sempat sarapan,” katanya.

Menurut sang ayah, Hekmanto, Amanda selalu ingin unggul dari orang lain. Ia tidak mau dikalahkan, selalu ingin jadi yang terbaik, “Pernah dia ikut speech kontes (pidato bahasa Inggris) tapi nggak menang, tahun berikutnya ia bertekad ikut lagi dan menjadi pemenang,” ujar Hekmanto.

Dalam kesempatan itu Amanda mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah mendidiknya selama ini. Selain itu teman-teman yang selalu memberi semangat.(opi)


http://tribunbatam.co.id/people/suka_biola_dan_matematika

http://tribunbatam.co.id/berita_utama/nilai_amanda_luar_biasa

2 comments:

Unknown said...

hiiiiiiiiiiiiiiiii

you are fantastic!!!

a kiss for you, my dear friend!

god bless u dear

can we exchange our link

r u ready to do?

Par Bintan said...

Perlu diteliti. Apakah pelajaran musik, khususnya biola bisa menambah kemampuan intelektual anak...

Ada yang pernah tahu soal ini?